Saturday, November 03, 2007

Dimana Aku Terkubur?!

Sebelum lebaran sempat teringat sesal dimana aku harus istirahat dan tak bisa berbuat banyak untuk hari-hari ku, hanya ingin bertamu kerumah seseorang yang berarti bagiku, aku membuat rancangan yang betul-betul kacau, aku bahkan tidak menyiapkan alternatif apa yang harus aku lakukan jika semuanya tak seperti yang aku harapkan.

Tak semuanya berjalan mulus memang tapi cukup bisa terobati pada saat aku bertamu kerumahnya dan melihat dia tersenyum, terasa lebih ringan apa-apa yang saya alami sebelumnya, mengendarai SepedaMotor butut ratusan kilometer, menginap di planet yang semuanya ber-Euphoria dengan lintingan Marijuana, penerbangan yang terlewatkan, ya, terobati dengan sebuah senyuman.

Sampai akhirnya saya menemukan diri saya berada di lingkungan yang tak jauh beda pada saat saya di Banda Aceh, beberapa teman saya yang berada di Resort Bireuen mengajak saya untuk menemani aktifitas mereka selama beberapa hari, yah, sekedar melepas kangen yang kebetulan sudah lama tidak bertemu dengan mereka. Sempat gembira dengan suasana kesibukan yang ada di sana, saya senang memiliki teman-teman yang bisa mengisi hari-harinya dengan sesuatu yang bermanfaat, baik itu karena tuntutan tugas maupun nurani mereka.

(1 buah Granat manggis dan 114 peluru aktif diserahkan oleh pemiliknya pada saat saya di Bireuen)

------------- Freedom Writers - Hilary Swank ------------
"Two Thumbs Up!"

Erin Gruwell (Hilary Swank) yang baru saja pindah ke California memulai hidupnya dengan menjadi seorang guru di sebuah sekolah ternama, dengan harapan dan rasa percaya diri yang tinggi dia berharap agar dia bisa diterima oleh anak didiknya dan semuanya berjalan lancar. Akan tetapi, kenyataan berkata sebaliknya, anak didiknya yang teridiri dari berbagai ras (kulit hitam dan putih) membentuk kelompok dalam kelas dan selalu membuat ribut, semua yang Gruwell katakan seperti tidak pernah terdengar oleh telinga mereka.

Kesedihan benar-benar terbayang di wajah Gruwell yang selain sedih menghadapi muridnya, juga khawatir tentang kecemasan orang tuanya yang begitu ia kagumi. Dengan berpikiran optimis tanpa menghiraukan aral-rintangan yang menghadang, dia memulai langkah-langkah pendekatan terhadap muridnya, meski tidak langsung diterima, Gruwell tetap mengusahakan dengan cara yang lebih baik dan disukai oleh murid-muridnya. Mempertemukan kesamaan antara mereka (anak didik Gruwell) adalah awal dimana mereka bisa saling mengerti bahwa semua memiliki kesedihan masing-masing, Gruwell memberikan mereka buku yang harus mereka isi tiap hari, mereka disuruh menulis apa saja, tentang apa yang mereka alami, yang mereka rasakan dan yang mereka idamkan.

Film ini menunjukkan saya betapa berharganya hidup ini, mengisi hari kita dengan rasa optimis yang mampu mengubah apa saja yang kita inginkan, sambil berdinamika (melangkah maju) dalam perspektif yang lebih luas, meski Gruwell akhirnya mengalami hal yang paling ia takutkan dalam hidupnya, tapi, dia tetap mengajak anak didiknya untuk bersemangat menjalani hidup mereka dengan kondisi yang lebih baik.

(Erin Gruwell -Hilary Swank- berjoget bersama murid-muridnya)

Buku Freedom Writers Diary mulai beredar tahun 1999, kini FreedomWriters menjadi sebuah organisasi untuk mengembangkan metode pengajaran dan pendidikan yang bisa diterapkan dimana saja dan untuk tingkatan apa saja, tentu saja saya pribadi memberi apresiasi yang tinggi untuk Hilary Swank yang mampu memerankan Erin Gruwell dengan baik, tak lupa saya ucapkan kekaguman saya yang mendalam untuk Erin Gruwell yang atas usahanya dunia tampak kembali indah.

Dirilis 5 January 2007.
"I've never had a hero before. But you are my hero".
"Oh, no. No, no, no, young man, no. I am not a hero. No. I did what I had to do, because it was the right thing to do. That is all".
"You are the heroes. You are heroes every day".
"But even an ordinary secretary or a housewife or a teenager can, within their own small ways, turn on a small light in a dark room".

------------------------- The Constant Gardener ---------------------------
"Good Movie"

Meski Film ini Produksi tahun 2005-2006, cukup menarik untuk disaksikan terutama bagi orang-orang yang semangat hidupnya menurun, ceritanya cukup jauh berbeda dari Film di atas (Freedom Writers) tapi ada kesamaan yang cukup membawa sensasi dalam diri saya pada saat melihatnya, dengan kegigihan yang begitu tinggi untuk membela kaum tertindas Tessa Quayle yang di perankan oleh si cantik Rachael Weisz, menerjang para birokrat dan perusahaan yang korup, sampai akhirnya dia meninggal terbunuh.

Kematiannya menyisakan beberapa pertanyaan besar bagi suaminya Justin Quayle (Ralph Fiennes), berbagai macam isu yang bergulir dibelakang kematian istrinya, Justin mencoba melacaknya dan menemukan titik terang bahwa kematian istrinya ada hubungan dengan penelitiannya, pada masa hidupnya, si Cantik Tessa menggunakan segala upaya untuk menolong kaum yang tertindas, bahkan dengan memberikan tubuhnya agar informasi yang ia inginkan dapat ia peroleh, dia tidak memperbolehkan Justin (suaminya) untuk mencampuri urusan penelitiannya, karena ia tahu bahwa penelitiannya berbahaya dan dia tidak mau membahayakan suami yang ia cintai.

Film ini tidak hanya berisi adegan romance si cantik Rachael Weisz, tapi juga ketegangan ras yang terjadi di daerah-daerah Afrika dan thriller yang begitu halus dilakukan oleh pembesar perusahaan dan pemerintah. Saya melihat sisi menariknya seorang Tessa yang cantik dan hidup serba kecukupan masih berjuang demi orang lain yang sama sekali tidak punya hubungan family dengannya bahkan berbeda ras dan warna kulit.

Segelintir orang di Afrika yang hidup cukup, selebihnya hidup dalam kekurangan, begitu banyak dari kita yang kecukupan bahkan berlebih, kesamaan mereka dengan kita bangsa Indonesia adalah banyak diantara mereka yang putus asa. Baik keberhasilan seorang Erin Gruwell atau Tessa, merupakan kerja keras yang tidak kenal lelah, begitu juga seorang Bill Gates yang kini masih berdiri di papan teratas sebagai orang terkaya, usaha dan kegigihan bekerja kerasnyalah yang menempatkan dirinya pada posisi saat ini.

Mari kita bekerja lebih keras, dan mudah-mudahan banyak orang yang mendukung saya untuk melakukan hal lebih baik lagi, karena saya terlalu lemah dan mudah untuk mengatakan "saya lelah", paling tidak agar saya tak menanyakan pada diri saya "Dimana aku terkubur!"

7 Comments:

Anonymous de said...

duh dowoneeeeeee

5:45 AM  
Blogger BlukutukBlog said...

hehehe.........

11:51 AM  
Blogger angin-berbisik said...

yg udah saya tonton the constant gardener, emang keren banget....:)

9:10 AM  
Anonymous khuclukz said...

dari dimana aku terkubur, kok tiba2 freedom writers...
*bingung mode on*

10:47 AM  
Anonymous lesca said...

lelah itu gpp kok tuk..
yang penting tetap semangat! ;-)

11:18 AM  
Anonymous blukutuk said...

@angin-berisik :D - hehehehe..... setidaknya akan menjadi lebih menarik jika nonton film tersebut hari minggu malam... karena orang pada suka bilang Ihatemonday, tetep semangat meski besok hari Senin..!!

@Khuclukzzzzz - itulah gunanya keberadaan dirimuw didunia ini, selain imbelism juga harus ada kuclukzism hehehe.....!

@Lesca - do`ain yah....! ^.^

8:05 PM  
Blogger mitora in life said...

suka freedom writer :)

1:37 PM  

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home