Saturday, June 04, 2011

Owner is Company it's self

"Lho, ini kan sudah ada dalam agreement kita pak"
"Kalo potongan ini gak dibebankan ke Salesman, apa mau dibebankan sama bapak?"
"Ya potong abis gaji lho...."

Dor, Dor... dengering 'si Dia' ngomong, kayak dengerin suara tembakan pulisi yang asal maen click aja, Agreement yang dia bikin emang mantep, menguntungkan perusahaan 'si Dia', dan gak nganggep Salesman sebagai aset, asal tebas leher orang aja....

Aturan yang kadang berubah2 dan gak ada pastinya, nambah.... terus. "Arif nanti pegang Banda dan Lhokseumawe ya....". Besoknya, "Arif input juga ya". Besoknya lagi, "Arif juga ngurusin BS, Slisih harga Modern, PO juga", Beberapa hari kemudian, "Arif, Incentive Salesman kok gak dibuat?, kalo gitu gak usah dikasi ya...?".

"Lah, 'madam' ini gmana sih, wong incentive itu bukan urusan saya, saya juga gak tau masalah Ban Mobil, saya juga gak tau otoritas saya untuk ngatur di Lhokseumawe, Asal maen suruh aja nih 'madam'."

"Bu, Incentive Si Ini kok belum dikasi ya..."
"Ogh, mungkin salah masuk ke rekening yang lain, nanti saya cek dulu" pretttt..... alesan aja :P

Kalo masalah 'Rule' aja, ngototnya banget, giliran urusan dia gak beres aja, lupa dan bla bla bla... iya kalo 'Rule'nya betul2 mendukung untuk kemajuan karyawan.... yang ada malah nyiksa.

"Ibu ini gimana sih, Ibu itu kan direktur, masak hal sepele (gaji karyawan) begini ibu yang ngurus.."
"iya, ini kemauan saya, habisnya, udah cari orang yang bisa diandalkan, malah gak beres"

yah.... ibu, ngaca dung.... orang yang ibu percaya, ibu perlakuin dia kayak apa... diperes abis...!
gimana orang mau tentrem.....

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home